Malakaji, 22 Oktober 2026 – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini, berlangsung penuh khidmat dan sarat makna di Lapangan MAN Gowa. Tidak sekadar melakukan upacara, ratusan siswa, guru, dan staf madrasah memperingati momen bersejarah ini dengan menggelar Shalat Istisqa secara berjamaah.
Dalam apel peringatan, Wakamad Sarpras MAN Gowa yang bertindak selaku pembina apel menyampaikan pesan mendalam untuk membangkitkan kembali semangat juang para santri di era modern. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai pengorbanan para ulama dan santri terdahulu harus diimplementasikan dalam kehidupan masa kini.
"Mari jadikan momentum hari santri untuk mengenang dan merefleksikan pengorbanan para pendahulu kita jangan menjadi sekadar cerita sejarah yang dihafalkan, tetapi jadikanlah nilai perjuangan mereka sebagai karakter yang hidup dalam diri kita!" tegasnya di hadapan para peserta apel.
Lebih lanjut, Wakamad Sarpras juga mengingatkan bentuk perjuangan santri masa kini, "Tugas kita hari ini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi mari mengangkat pena untuk melawan kebodohan, menguatkan iman untuk menghadapi kemerosotan moral, serta menegakkan persatuan untuk melawan perpecahan."
Usai pelaksanaan apel, seluruh peserta yang hadir langsung membentuk saf untuk melaksanakan Shalat Istisqa di lapangan. Ibadah ini dilaksanakan sebagai bentuk munajat dan keprihatinan atas musim kemarau dan kekeringan yang belakangan ini dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas, termasuk di wilayah sekitar.
Nuzul Haq yang bertindak sebagai khatib mengajak para jamaah untuk datang kepada Allah bukan dengan kesombongan, melainkan dengan membawa kelemahan dan kepasrahan. Khatib mengingatkan bahwa sebelum memohon agar bumi dibasahi oleh air, umat harus terlebih dahulu memohon agar dosa-dosa dihapuskan oleh ampunan-Nya.
Dalam khutbah yang menyentuh hati tersebut, jamaah diajak untuk mengevaluasi diri atas berbagai kelalaian yang mungkin tidak diketahui orang lain, seperti shalat yang terabaikan, hak orang lain yang belum ditunaikan, atau hubungan silaturahmi yang terputus. Di akhir khutbahnya, khatib memanjatkan doa bersama umat, memohon dengan penuh kerendahan hati: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan itu sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai suatu masa".
Melalui peringatan Hari Santri tahun ini, MAN Gowa berharap para siswa tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual dan moral yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan alam maupun pergeseran zaman.